Waktu
yang Singkat
Kau
seperti air yang sangat dalam dan tak ada habisnya
Sepertinya
aku telah jatuh kepadamu dan telah mati
Aku
telah tertangkap dan tersapu oleh tsunami
Apakah
langkah kaki kita telah terhapus oleh ombak ?
Lagu itu terus berputar
dalam earphone seorang wanita cantik yang
sedang membawa sebuket bunga. Dengan pakaian serba hitam wanita itu terus
melangkah dengan pandangan menunduk. Langkahnya tiba-tiba berhenti saat ia
melihat capung yang terbang di sekitar pandangannya. “Ah, sepertinya akan turun
hujan,” ujarnya sambil melihat ke langit. Wanita itu langsung melanjutkan
perjalanannya, tanah mulai menempel pada sepatunya.
Langkahnya tiba-tiba
terhenti lagi, lalu ia menghempaskan napasnya dan memeluk sebuket bunga yang ia
bawa. Matanya mulai berair lalu ia memejamkan matanya. “Hanya sebentar, iya
hanya sebentar,” ujarnya lalu menitikkan air mata. Ia langsung menghapus air
matanya dan melanjutkan langkahnya.
Akhirnya ia sampai ke
tempat yang dituju. Dengan tangan bergetar ia menaruh sebuket bunga di makam
yang masih terlihat baru. Air matanya langsung tumpah tanpa sempat ditahan,
isak tangis mulai keluar dari bibir merahnya. “Maaf aku baru bisa datang
sekarang, harusnya aku mengantarkanmu,” ujarnya sambil terisak.
Angin tiba-tiba datang
seakan menjawab perkataan wanita ini. Seakan mengerti wanita itu menghapus air matanya dan mulai menenangkan
diri. “Padahal kita baru aja bertemu, kenapa secepat ini kamu pergi?”, ujarnya
sambil mengusap batu nisan. Kemudian wanita itu menundukkan kepalanya dan
mengangkat kedua tangannya, ia mulai berdoa.
Setelah selesai berdoa,
ia tersenyum sambil memandangi batu nisan. “Aku kangen sekali sama kakak,
sekarang aku akan terus menjaga Kevin ” ujar wanita itu sambil tersenyum. Setelah terdiam wanita itu meninggalkan makam
kakaknya. Iya, kakak kandungnya yang sudah berpisah dengannya selama dua puluh
tahun.
Karina Deastri, wanita
cantik yang tadi mengunjungi makam kakaknya ialah seorang guru Bimbingan
Konseling di SMP Permata Hati, Jakarta Barat. Di usianya yang ke dua puluh tujuh
tahun, ia menjadi guru termuda serta idola di kalangan siswa-siswi. Wajahnya
yang cantik serta badannya yang proposional membuat dia juga terkenal di
kalangan guru-guru.
Saat usia tujuh tahun
ia berpisah dengan saudara kembarnya yang bernama Larissa Deastri karena kedua
orang tuanya bercerai. Semejak itu, dia tidak pernah mendengar kabar apapun
dari saudaranya. Namun, selang dua puluh tahun kemudian ia berhasil bertemu
dengan saudara kembarnya. Sayang, pertemuan mereka begitu singkat.
Satu
bulan yang lalu
Karina mendapat laporan
jika ada anak baru yang berulah dihari pertamanya masuk. Sekarang ia berhadapan
dengan anak baru itu. “Siapa nama kamu?” ujar Karina lembut. “ Kevin,” ujar
anak tersebut dengan nada malas. Karina mencoba mencairkan suasana. “Kenapa kamu
memukul teman kamu si Andi? Setahu ibu dia anak yang baik,” ujarnya sambil
tersenyum.
Seakan tak terima
dengan perkataan Karina, Kevin langsung melotot dan membalas “Yang keliatan
baik biasanya lebih busuk,” ujar Kevin dengan nada tinggi. Kaget dengan
perkataan Kevin, Karina mulai menenangkan diri dan membalas “Memangnya apa
perkataan dia yang mebuat kamu sakit hati?” ujarnya dengan tenang. Kevin lalu
terdiam dan tak berniat menjawab ucapan gurunya.
“Kamu enggak bisa diam
aja, nanti ibu gak bisa belain kamu di antara guru-guru,” ujar Karina. “ Aku
enggak butuh pembelaan tuh,” ujar Kevin dengan nada jutek. “ Yasudah kalau
begitu biar ibu hubungin orang tua kamu,” balas Karina. “ Enggak usah hubungin
orang tua aku mereka juga gak bakalan datang, hubungin aja tante aku,“ ujar
Kevin. Karina langsung memiringkan kepala, seakan mengerti Kevin berkata. “
Kalau aku ada masalah selalu tante yang nyelesaiin, orang tua aku mah enggak
peduli”.
Setelah mendengar
ucapan Kevin, Karina langsung menelpon tantenya dan mengizinkan Kevin untuk
kembali ke kelasnya. Ttttuttt.....Ttttuuttt... Halo? Deg, badan Karina langsung merinding begitu mendengar ucapan
“Halo”. Ia seakan mendengar suara yang sangat ia rindukan. Ia merasa senang dan
gelisah secara bersamaan. “ Halo, ini dengan tantenya Kevin?” ujar Karina yang
berusaha tenang.
Diam, mungkin tantenya
Kevin juga merasakan hal yang sama. “ Iya, ini dari siapa ya?” ujar wanita
tersebut dengan nada ceria. Tanpa
disadari Karina langsung tersenyum begitu mendengar suara wanita itu. “Saya
Karina guru Bimbingan Konselingnya Kevin,” ujar Karina dengan nada ceria juga.
“ Kevin membuat masalah ya dihari pertamanya?” tanya tantenya seakan tahu
masalah yang akan dihadapi.
“Iya, dia berkelahi
dengan teman sekelasnya, sepertinya salah paham karena begitu saya tanya ucapan
apa dari temannya, Kevin diam saja. Jadi, kira-kira besok ibu bisa tidak
bertemu dengan saya untuk membicarakan hal ini?’ jelas Karina. “ Oh, baik bu
hari ini saya juga bisa bertemu dengan ibu,” ujar tante Kevin. “Baguslah jika
seperti itu, ibu bisanya pukul berapa?
“Bagaimana jika sekitar
pukul dua? Jadi saya sekalian menjemput Kevin,” ujar wanita tersebut. “baik bu,
akan saya tunggu, ngomong-ngomong nama ibu siapa?”. “Nama saya Larissa,” dengan
nada ramah. Deg, degub jantung Karina
begitu cepat layaknya pelari yang habis ikut maraton. Badannya terasa lemas
tetapi perasaaanya begitu senang seperti ia mendapat hadiah entah apa yang
membuatnya seperti itu.
Tes, rintik hujan jatuh
seakan mengingatkan Karina dari dunia nyata. “ Hah, kenapa aku tiba-tiba
memikirkan kejadian satu bulan yang lalu?’ ujarnya sambil tersenyum. Karina
lalu mengambil payungnya dan berlari menuju mobilnya, takut hujan semakin
deras. Begitu sampai mobil ia langsung mengechek handphonya. Ia langsung
tersenyum melihat wallpaper handphonenya yang merupakan photo dirinya dan
kakaknya Larissa.
Karina lalu menyalakan
mobilnya dan lagu lawas yang biasa ia dengarkan bersama Larissa, Glenn Mederios
Nothing Gonna Change My Love For You .
Karina membuka kaca mobilnya dan menikmati udara yang masuk. Sambil menikmati
musik dan udara di mobil, dia mengendarai mobilnya ke rumah keponakannya,
Kevin.
Dengan perasaan yang
tenang, kini Karina dapat menemui Kevin dan memperkenalkan dirinya sebagai
saudara kembar Larissa. Karina pun dapat memenuhi janjinya kepada Larissa agar
dapat menjaga Kevin.